antara aku atau Sang Pemicu yang harus mengalah.
antara bertahan atau malah melampiaskan ke hal yang pernah kusepelekan sebelumnya; semu.
lagi-lagi Ku meronya ke Tuhan,
tapi tidak pernah seberbeda ini sebelumnya,
atau apa ada yang salah?
aku?
atau lagi-lagi Dia yang sudah tak jenuh
kujadikan kedok ketenangan sesaat,
yang semakin lama, semakin kubenci
diksi semu dan sesaat adalah yang terburuk
#alleviate
"Kalau bisa menjadi baik, mengapa memilih yang terburuk," Pintaku semena-mena
Monday, 8 July 2019
sebaik-baiknya pembunuh adalah diri sendiri.
sebaik-baik pembunuh adalah yang sadar tidak ada penolong terbaik selain diri sendiri,
tetapi memilih berserah diri.
sebaik-baiknya pembunuh adalah diri sendiri.
Hai, pembunuh.
berkedok harapan, penuai intensi,
meluluhlantakkan pertahanan diri,
yang pada akhirnya hanya menyisakan
mati
mati sajalah Aku
mati
bukan solusi.
hidup cuma sekali,
masalah hadir selalu bertubi,
sia-sia bila hanya ingin
mati
mati
mati
mati
#Alleviate
kemarin aku ingin mati,
tetapi tidak lagi,
terima kasih.
itu tidak manusiawi,
semoga tidak lain kali.
sebaik-baik pembunuh adalah yang sadar tidak ada penolong terbaik selain diri sendiri,
tetapi memilih berserah diri.
sebaik-baiknya pembunuh adalah diri sendiri.
Hai, pembunuh.
berkedok harapan, penuai intensi,
meluluhlantakkan pertahanan diri,
yang pada akhirnya hanya menyisakan
mati
mati sajalah Aku
mati
bukan solusi.
hidup cuma sekali,
masalah hadir selalu bertubi,
sia-sia bila hanya ingin
mati
mati
mati
mati
#Alleviate
kemarin aku ingin mati,
tetapi tidak lagi,
terima kasih.
itu tidak manusiawi,
semoga tidak lain kali.
bila karena sekolah Hukum membawaku nantinya berperan dalam lembaga peradilan di masa depan,
aku berharap tanpa ekspektasi–terlebih pada diriku sendiri,
pada setiap kekalahan kasus peradilan yang diadili atas nama saya,
merupakan bentuk alternatif lain
dalam rangka perbaikan kualitas diri
untuk kualitas peradilan selanjutnya.
Atas nama kewibanaan, aku memiliki harapan lain,
untuk dapat membawakan keadilan seadil-adilnya dalam peradilan di pengadilan.
#Alleviate
aku berharap tanpa ekspektasi–terlebih pada diriku sendiri,
pada setiap kekalahan kasus peradilan yang diadili atas nama saya,
merupakan bentuk alternatif lain
dalam rangka perbaikan kualitas diri
untuk kualitas peradilan selanjutnya.
Atas nama kewibanaan, aku memiliki harapan lain,
untuk dapat membawakan keadilan seadil-adilnya dalam peradilan di pengadilan.
#Alleviate
Kata orang, aku apatis.padahal harusnya aku pragmatis yang tangkas
Kata orang, aku dramatis.padahal pengalaman adalah pembimbing yang serius.lantas letak kesalahan setelah menjadi dramatis apa?banyak orang mengeluh setelah jatuh sendiri,bangkit sendiri.Hei!setidaknya itu lebih baik daripada dijatuhkan oleh akomodasi air keruhyang sempat–sekaligus belum cukup kuat untuk dirasa menjatuhkanku.
–aku tahu kamu tidak sengaja, kan?
#alleviate
Kata orang, aku dramatis.padahal pengalaman adalah pembimbing yang serius.lantas letak kesalahan setelah menjadi dramatis apa?banyak orang mengeluh setelah jatuh sendiri,bangkit sendiri.Hei!setidaknya itu lebih baik daripada dijatuhkan oleh akomodasi air keruhyang sempat–sekaligus belum cukup kuat untuk dirasa menjatuhkanku.
–aku tahu kamu tidak sengaja, kan?
#alleviate
Subscribe to:
Posts (Atom)