antara aku atau Sang Pemicu yang harus mengalah.
antara bertahan atau malah melampiaskan ke hal yang pernah kusepelekan sebelumnya; semu.
lagi-lagi Ku meronya ke Tuhan,
tapi tidak pernah seberbeda ini sebelumnya,
atau apa ada yang salah?
aku?
atau lagi-lagi Dia yang sudah tak jenuh
kujadikan kedok ketenangan sesaat,
yang semakin lama, semakin kubenci
diksi semu dan sesaat adalah yang terburuk
#alleviate
"Kalau bisa menjadi baik, mengapa memilih yang terburuk," Pintaku semena-mena
No comments:
Post a Comment